Mandiri Itu…

Inovasi Indonesia Mandiri, wah jika didengar lagi sangat berat ya? Apalagi jika didengar dari telinga seorang mahasiswa seperti saya ini, terlebih jika menambahkan kata ‘mandiri’ bersama negri tercinta Indonesia. Namun, bagaimanapun mandiri adalah suatu sikap yang harus dimiliki oleh setiap individu.

Nah, bagaimana ceritanya jika Indonesia yang dituntut mandiri? Bukan sebuah tututan sebenarnya, lebih menuju ke keharusan. Sebagai warga negara yang baik pun saya sangat menginginkan Indoensia bisa mandiri, tidak terlalu tergantung dengan negara lain walau ya, sebenarnya susah juga sih jika harus diubah pola tersebut. Sebagai mahasiswa yang termasuk memiliki sifat konsumerisme saja, saya sendiri, mengaku sering sekali bercengkrama bersama teman-teman sekampus maupun satu kosan mengenai belanja alias shopping, terlebih lagi jika sudah disangkut pautkan dengan merek dagang. Entah kenapa, kebanyakan dari kami lebih menyukai produk luar negri dan itu bukan merupakan rahasia besar lagi. Hmm, tidak cinta Indonesia? Eits… jangan langsung di-judge sembarangan dulu.

Menurutku sifat seperti itu timbul karena kebiasaan masyarakat kita sendiri yang suka enggan dan malas memakai produk buatan negri sendiri. Dulu saja, jujur saya juga beranggapan seperti itu. Kalimat seperti “Eh, kamu make sepatu merek mana?”

Dan semenjak itulah dan karena itu jugalah banyak yang beralasan lebih memilih produk luar negri meskipun belum tentu kualitasnya lebih baik.

Well, itu hanya sedikit penggambaran mengenai kurang mandirinya Indonesia karena tergantung produk luar negri dari sisi belanja yang saya sampel sendiri berdasarkan pengalaman.

Jika diteliti lebih jeli, Indonesia mempunyai pontensi yang cukup besar untuk mandiri. Dan sebenarnya kemandirian itu sendiri harus sudah ada dari masyarakat Indonesianya masing-masing, bagamana diri kita bisa menyongsong hari dengan rasa madiri yang sudah mendarah daging, karena sebenarnya Indonesia memiliki SDA dan SDM yang sangat memadai. Pengalaman pribadi akan kembali sedikit saya ceritakan, beberapa waktu yang lalu saya dan sahabat ingin sekali membeli sepatu baru dan karena kesibukan kuliah yang seabrek kami memutuskan untuk belanja online saja. Awalnya berniat ingin mencari merek yang sudah terkenal di pasaran, dan setelah melihat haraga maka kami mengurungkan niat. Dasar mahasiswa, memang susah mengeluarkan uang sedikit saja.

Nah, kebetulan ada sebuah iklan dari sebuah online shop yang memberikan kata kunci “Handmade” di dalam judul iklannya. Wah… saya langsung tertarik sih, jujur saja harga yang ditawarkan pun sangatlah terjangkau untuk kantung mahasiswa pas-pasan seperti saya ini. 😀

Setelah dilirik-lirik ternyata penawarannya cukup menarik, kita bisa melihat foto-foto dari pembuatan sepatu kita sendiri dan bisa memesan sesuai keinginan dan yang lebih mengejutkanya itu adalah buatan tangan loh, saudara-saudara. Dengan merek dagang sendiri, toko online sepatu tersebut mampu menyelesaikan sepatu dalam jumpah puluhan satu bulannya. Salut, kan? Saya semakin tertarik setelah melakukan kegiatan “SMS” dengan pemiliknya, dan ada kalimat yang tidak akan pernah saya lupakan saat itu. Owner-nya tersebut berkata: “Ayo, sist. Kapan lagi membeli hasl dari produk sendiri, selain handmade, ini juga asli buatan Indonesia loh~ kami juga menjual dengan bahan batik…”

Wow… saya jadi sangat kagum. Batik? Digunakan sebagai bahan dalam membuat sepatu wegdes dengan model modern, betul-betul ide yang sangat kreatif dan jelas saja, saya tertarik dan berniat membelinya! Lagipula tidak ada salahnya mencoba, bukan? Awalnya saya beli satu pasang, hanya sekedar mengecek kualitas yang ditawarkan. Sngkat cerita, hehe, tiga minggu setelahnya saya menerima sepatu cantik dengan design yang menarik. Bungkusannya rapi dan hebatnya jahitannya juga rapi saudara-saudara! Sungguh potensi yang sangat hebat, hampir setara dengan banyak sepatu bermerek yang saya punya yang tentunya saya beli dengan harga hampir tiga kali lipatnya.

Loh loh loh, kenapa kesannya malah saya jadi curhat? Oke, sebenarnya apa yang mau saya sampaikan di sini adalah SDM kita sangat menakjubkan, contohnya saja toko sepatu yang saya sebutkan itu. Selama ini kita selalu enggan membeli produk buatan kita sendiri padahal nyatanya kita bisa mendapatkan produk yang juga berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau. Membantu perekonomian negara juga, bukan? Dan pastinya menambah lapangan kerja juga, dan kepuasa konsumen pelit semacam saya ini. XD

Nah, dimana segi madirinya nih?

Bertanya hal itu?

Tentu saja mandirinya kita lihat dari bagaimana kita bisa berusaha sendiri tanpa tergantung dengan orang lain, dan kalau boleh bongkar sedikit, pemilik toko itu juga mahasiswa seperti saya loh~ dia sudah membuka usaha toko sepatu sendiri dalam usia muda, hebat bukan? Saya jadi ikutan tertarik untuk mencoba, sekaligus menambah uang jajan juga agar tidak menyusahkan orang tua sebenarnya.

Bayangkan jika saja sebagian besar dari remaja dan masyarakat Indonesia mempunyai pemikiran seperti itu, maka tentu bisa dibayangkan betapa lebih mandirinya kita dalam berkarya. Saya juga sih sudah mulai buka usaha online shop kecilkecilan juga, dan lumayan… sekarang bisa nambah jajan dan meringankan beban orang tua sekalian menambah pengalaman untuk kedepannya. 🙂

Jika mau lirik, silahkan saja intip intip di Facebook

Salah satu paketan yang siap saya kirim 😀

Jadi, menurut saya pribadi bagaimana kunci dari Indonesia mandiri? Inovasi Indonesia mandiri? Semuaya tergantung pada diri masing-masing masyarakatnya, jika masyarakatnya sudah mandiri maka dengan gampangnya Indonesia, negri kita tercinta, mandiri dalam berinovasi. 😀

“Tulisan ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari http://www.bankmandiri.co.id dalam rangka memperingati HUT Bank Mandiri ke-14. Tulisan adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s